NAGEKEO, NW.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menegaskan pentingnya menjaga supremasi hukum dan membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul sebagai fondasi utama mewujudkan kemajuan daerah.
Pesan tersebut disampaikannya saat memberikan kuliah umum di Institut Nasional Flores (INF), Kabupaten Nagekeo, Senin (29/6/2026), dengan tema "Menjaga Supremasi Hukum di Tengah Dinamika Sosial."
Kehadiran Wakil Gubernur disambut hangat oleh Rektor Institut Nasional Flores, Dr. Yohanes Freadyamus Kasi, S.Si., M.Pd. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena Johni Asadoma tetap meluangkan waktu hadir di tengah padatnya agenda pemerintahan.
Dalam paparannya, Johni Asadoma menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 1 Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan bahwa "Negara Indonesia adalah negara hukum."
Karena itu, seluruh penyelenggaraan pemerintahan, kehidupan bermasyarakat, hingga penegakan keadilan harus berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku.
"Supremasi hukum merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas kehidupan bermasyarakat.
Penegakan hukum harus dilakukan secara adil, profesional, dan tanpa pandang bulu agar mampu menciptakan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat," tegasnya.
Selain membahas pentingnya penegakan hukum, Wakil Gubernur juga menyoroti pembangunan kualitas SDM sebagai faktor penentu kemajuan NTT.
"Kita harus memajukan SDM kita agar lebih unggul dan berkarakter sehingga mampu mendorong kemajuan Kabupaten Nagekeo dan Provinsi NTT," ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa.
Kuliah umum berlangsung interaktif. Pada sesi tanya jawab, salah seorang mahasiswa mempertanyakan rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Menanggapi hal itu, Johni Asadoma mengatakan bahwa pemerintah harus tetap fokus bekerja dan menjalankan program-program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah tetap harus menjalankan program-program pembangunan untuk menyejahterakan masyarakat. Kepercayaan publik bisa naik dan turun, salah satunya dipengaruhi situasi global.
Ketika kondisi dunia tidak menguntungkan, dampaknya juga dirasakan Indonesia, seperti kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah.
Karena itu kita harus cepat beradaptasi, menghemat pengeluaran, dan terus bekerja hingga kondisi ekonomi membaik," jelasnya.
Menurutnya, tantangan global tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti membangun. Justru di tengah kondisi yang penuh dinamika, pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat harus mampu beradaptasi dan mencari solusi agar pembangunan tetap berjalan.
Kuliah umum tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya supremasi hukum sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas, berkarakter, dan siap mengambil peran dalam pembangunan Kabupaten Nagekeo maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!