Berita Berkembang
Kab. Manggarai Timur

Wagub NTT Tutup MTQ XXXI di Nagekeo, Alor Juara Umum, Persaudaraan dan Toleransi Jadi Warisan Terbesar

 NAGEKEO,NW.id – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 resmi ditutup oleh Wakil Gubernur NTT di Mbay, Kabupaten Nagekeo. 

Penutupan berlangsung khidmat dengan pengumuman para juara sekaligus penegasan pentingnya menjaga persaudaraan dan toleransi sebagai fondasi membangun NTT yang maju.

MTQ yang mengusung tema "Menebar Cahaya Al-Qur'an, Ayo Bangun NTT Menuju Masyarakat Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan" itu dihadiri Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, para kepala daerah, anggota DPRD Provinsi NTT, tokoh agama, serta kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di NTT.

Berdasarkan Keputusan Dewan Hakim, Kabupaten Alor berhasil keluar sebagai Juara Umum I, disusul Kabupaten Ende sebagai Juara Umum II dan Kota Kupang sebagai Juara Umum III. 

Capaian tersebut menjadi bukti kerja keras para peserta, pelatih, pembina, serta dukungan pemerintah daerah masing-masing.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur NTT Jhoni Asadoma mengucapkan selamat kepada seluruh peserta, khususnya para juara yang telah mengharumkan nama daerahnya.

"Prestasi ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan sebagai duta-duta Al-Qur'an yang akan membawa nama baik Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional," katanya.

Ia juga memberi semangat kepada peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati dan terus mengasah kemampuan untuk meraih prestasi pada kesempatan berikutnya.

Kepada para juara, Wagub berpesan agar tidak cepat berpuas diri, tetapi terus memperdalam ilmu, menjaga akhlak, serta mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi MTQ Tingkat Nasional.

Menurutnya, salah satu warisan terbesar dari penyelenggaraan MTQ adalah semakin kuatnya persaudaraan di antara masyarakat NTT.

Keberagaman agama, suku, budaya, dan bahasa yang dimiliki NTT harus menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.

"Mari kita jadikan cahaya Al-Qur'an sebagai inspirasi dalam bekerja, melayani masyarakat, membangun keluarga, mendidik generasi muda, serta membangun Nusa Tenggara Timur yang semakin maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan," tutup Wakil Gubernur.

Sementara Bupati Nagekeo Simplisius Donatus menegaskan bahwa MTQ bukan hanya ajang kompetisi membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kerukunan umat beragama di NTT.

"Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa umat Islam, Katolik, dan Kristen di Nusa Tenggara Timur mampu hidup berdampingan, saling menghormati, dan menjaga toleransi sebagai kekuatan dalam membangun daerah," ujarnya.

Ditambah ketua Umum LPTQ Provinsi NTT, Muhammad Ansor, mengapresiasi seluruh peserta dan kafilah yang telah menyukseskan pelaksanaan MTQ. Ia berharap semangat mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an terus tumbuh di tengah masyarakat.

Ansor juga mengajak seluruh peserta kembali bertemu pada MTQ Tingkat Provinsi NTT Tahun 2028 yang direncanakan akan digelar di Kota Kupang atau Labuan Bajo.

Dengan berakhirnya MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTT di Kabupaten Nagekeo, diharapkan semangat persaudaraan, toleransi antarumat beragama, dan kecintaan terhadap Al-Qur'an semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat serta menjadi modal penting menuju NTT yang harmonis, maju, dan berdaya saing.

Konten bersifat informatif dan bukan nasihat hukum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!