ALOR.NW.id – Festival Olang Mangsari 2026 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, di Pantai Vetabang, Pulau Pura, Kabupaten Alor.
Festival budaya yang digelar Jemaat GMIT Elim Dadibira itu menjadi panggung promosi budaya, pariwisata, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pesisir Pulau Pura.
Dalam sambutannya, Johni Asadoma menegaskan bahwa Festival Olang Mangsari bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga simbol harmonisasi hubungan manusia, alam, dan Tuhan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Pulau Pura.
“Olang Mangsari bukan hanya tradisi mencari nafkah, tetapi juga warisan budaya yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat dalam menjaga laut dan kehidupan,” kata Johni.
Ia menilai Alor memiliki potensi besar sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Nusa Tenggara Timur karena didukung keindahan alam, budaya yang unik, serta kekayaan wisata bahari yang mendunia.
Pada kesempatan tersebut, masyarakat Pulau Pura menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan, di antaranya kebutuhan tambatan perahu dan tanggul penahan abrasi pantai.
Menanggapi hal itu, Johni meminta pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, serta unsur gereja segera menyiapkan proposal dan data pendukung yang lengkap.
“Saya akan berupaya memperjuangkan pembangunan tambatan perahu karena ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat Pulau Pura. Proposal dan data harus disiapkan dengan baik agar bisa diperjuangkan ke pemerintah provinsi maupun pusat,” tegasnya.
Selain infrastruktur, Johni juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian laut dengan tidak menggunakan bom ikan maupun metode penangkapan yang merusak ekosistem.
“Laut adalah sumber kehidupan masyarakat Pulau Pura. Karena itu harus dijaga agar tetap lestari dan bisa dinikmati oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Wakil Gubernur juga memperkenalkan program One Community One Product (OCOP) sebagai strategi penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Menurutnya, berbagai produk khas Pulau Pura seperti hasil laut, tenun, anyaman, hingga produk budaya lainnya memiliki peluang besar menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Johni mengungkapkan, saat ini telah tersedia dua sumur bor di Pulau Pura dan satu sumur bor tambahan sedang dibangun di Vetabang.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap pembangunan satu sumur bor lagi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Pura Selatan.
Sementara itu, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo menyebut kehadiran Wakil Gubernur menjadi harapan baru bagi percepatan pembangunan di Kabupaten Alor.
Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Alor sangat penting untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan.
Usai membuka festival, Johni Asadoma bersama Wakil Bupati Alor menyaksikan atraksi tradisional bubuh ikan, yaitu cara menangkap ikan yang ramah lingkungan dan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Pulau Pura selama bertahun-tahun.
Ia juga mengunjungi bazar UMKM, berdialog dengan pelaku usaha lokal, serta membeli sejumlah produk hasil karya masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kerakyatan.
Menutup rangkaian kunjungannya, Johni dan rombongan berkeliling Pulau Pura menggunakan sepeda motor untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur, potensi wisata, dan kebutuhan masyarakat.
Festival Olang Mangsari 2026 yang menampilkan ritual budaya, pertunjukan seni tradisional, bazar UMKM, kuliner khas daerah, serta promosi wisata bahari itu diharapkan terus berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan yang mampu mengangkat nama Pulau Pura dan Kabupaten Alor di tingkat nasional.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!