Kota Kupang

Dapur Ikan Brigadir Raup Apresiasi Warga TTS, Ikan Murah, Lingkungan Bersih dan Ciptakan Lapangan Kerja

SOE, NW.id – Di tengah tingginya harga kebutuhan pangan dan tantangan ekonomi masyarakat, dua anggota Polri di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menghadirkan terobosan yang mendapat apresiasi luas dari warga.

Melalui usaha Dapur Ikan Brigadir, mereka menyediakan ikan segar dengan harga terjangkau sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan ibu rumah tangga di Kota Soe.

Dua anggota Polri tersebut adalah Brigpol Agusto Leonardo Male, Bhabinkamtibmas Polsek Amanuban Tengah Polres TTS, dan Brigpol Dewi Yovita Samol, personel Sat Intelkam Polres TTS.

Sejak beroperasi, Dapur Ikan Brigadir menjadi salah satu pusat penjualan ikan yang ramai dikunjungi masyarakat.

Lapak yang buka dari pagi hingga malam itu menawarkan berbagai jenis ikan segar dan olahan dengan harga yang ramah di kantong, sehingga menjadi pilihan utama warga untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga.

Selain melayani pembelian secara langsung, promosi melalui siaran langsung di media sosial turut meningkatkan popularitas usaha tersebut hingga dikenal masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Soe.

Brigpol Dewi Yovita Samol mengatakan, usaha tersebut lahir dari keinginan menyediakan ikan segar berkualitas dengan harga yang dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, ikan yang dijual didatangkan langsung dari Oeba, Kota Kupang, sehingga kualitas dan kesegarannya tetap terjaga.

"Kami mengambil ikan langsung dari sumbernya di Oeba. Dengan begitu harga beli lebih baik dan kami bisa menjualnya kembali dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.

Dewi menegaskan, tujuan utama usaha tersebut bukan semata mengejar keuntungan besar, melainkan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

"Kami tetap mencari keuntungan, tetapi dalam batas yang wajar. Prinsipnya untung sedikit tetapi perputaran cepat, sehingga masyarakat bisa mendapatkan ikan segar dengan harga murah," katanya.

Selain membantu masyarakat mendapatkan sumber pangan bergizi, Dapur Ikan Brigadir juga menjadi tempat mencari nafkah bagi hampir 30 pekerja, mayoritas ibu rumah tangga yang menjadi tulang punggung keluarga.

Kepala Dapur Ikan Brigadir, Orpa Napu, mengaku bersyukur bisa bekerja di tempat tersebut. Menurutnya, perhatian dan kepedulian pengelola kepada para pekerja menjadi nilai lebih yang dirasakan seluruh karyawan.

"Sekarang hampir 30 orang bekerja di sini. Banyak dari kami adalah ibu-ibu yang menjadi penopang ekonomi keluarga. Kehadiran Dapur Ikan Brigadir sangat membantu kami," ungkapnya.

Ia menambahkan, keberadaan usaha tersebut tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga memudahkan masyarakat mendapatkan ikan segar dengan harga murah.

"Dulu sulit mendapatkan ikan dengan harga murah. Sekarang dengan uang Rp1.000 saja masyarakat sudah bisa membeli seekor ikan segar untuk lauk keluarga," katanya.

Kehadiran Dapur Ikan Brigadir juga mendapat sambutan positif dari para pelanggan. Anton Oematan, warga Desa Mollo, mengaku tertarik berbelanja setelah melihat promosi melalui media sosial.

"Saya membeli satu kumpul berisi lima ekor ikan seharga Rp35 ribu. Harganya murah dan kualitas ikannya sangat baik," ujarnya.

Sementara itu, Reni Selan Naat, warga Oekefan, menilai usaha tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat kecil karena memungkinkan mereka mengonsumsi ikan dengan biaya yang lebih rendah.

"Dengan Rp5 ribu atau Rp10 ribu saja masyarakat sudah bisa membeli ikan. Ini sangat membantu keluarga dan tentu lebih baik untuk kesehatan," katanya.

Menurut Reni, meningkatnya konsumsi ikan dapat berdampak positif terhadap kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi muda di TTS.

Ia juga membantah isu yang menyebut lokasi usaha menimbulkan bau tidak sedap.

"Kalau dibandingkan dengan pasar, tempat ini jauh lebih bersih. Saya sering datang dan tidak pernah mencium bau yang mengganggu," tegasnya.

Hal serupa disampaikan Yohanes Boimau, warga yang tinggal di sekitar lokasi usaha. Ia memastikan aktivitas Dapur Ikan Brigadir tidak menimbulkan gangguan lingkungan bagi masyarakat sekitar.

"Kami tinggal dekat lokasi dan tidak pernah merasa terganggu. Kalau memang ada masalah tentu kami yang pertama menyampaikan keberatan," ujarnya.

Dewi menegaskan bahwa usaha yang dijalankan menggunakan fasilitas pribadi dan seluruh kewajiban perpajakan akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia berharap Dapur Ikan Brigadir dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, baik melalui penyediaan pangan bergizi maupun penciptaan lapangan kerja baru di Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Konten bersifat informatif dan bukan nasihat hukum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!