KALABAHI.NW.id – Setelah melalui perjuangan panjang sejak 2012, persoalan material aspal milik PT Adhi Karya yang terbengkalai di belakang SMK Negeri 3 Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya tuntas. Pengangkutan material tersebut telah selesai dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
Penyelesaian ini menjadi kabar baik bagi pihak sekolah yang selama bertahun-tahun mengkhawatirkan keberadaan tumpukan aspal tersebut karena disebut kerap mengalami kebakaran dan berpotensi mengganggu aktivitas pendidikan maupun masyarakat di sekitarnya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMKN 3 Kalabahi, Muhammad Isnaini Asa, menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan pada Selasa (27/10/2026).
Menurut Muhammad Asa, pihak sekolah telah berulang kali memperjuangkan pemindahan material aspal tersebut sejak 2012.
Berbagai upaya dilakukan melalui penyampaian surat kepada Pemerintah Kabupaten Alor, Pemerintah Provinsi NTT, hingga sejumlah anggota DPR.
“Permohonan pemindahan aspal ini sudah kami lakukan berulang kali sejak tahun 2012.
Kami sudah bersurat kepada Pemerintah Kabupaten Alor, Pemerintah Provinsi NTT, dan beberapa anggota DPR.
Hingga akhirnya, pada penghujung tahun 2026, doa dan perjuangan kami terjawab,” ungkap Muhammad Asa.
Ia menjelaskan, perjuangan tersebut berlangsung selama beberapa periode kepemimpinan gubernur, mulai dari masa pemerintahan Frans Lebu Raya hingga kepemimpinan Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma.
Keberadaan material aspal selama bertahun-tahun menjadi perhatian serius pihak sekolah. Selain menimbulkan kekhawatiran akibat kejadian kebakaran yang disebut berulang kali terjadi, kondisi tersebut juga dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan pendidikan dan aktivitas masyarakat, termasuk pelayanan di Puskesmas Mebung.
Atas penyelesaian persoalan tersebut, Muhammad Asa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian terhadap aspirasi pihak sekolah.
“Atas nama sekolah dan seluruh guru, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Wakil Gubernur Johni Asadoma, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, atas perhatian dan dukungannya sehingga persoalan aspal milik PT Adhi Karya yang terbengkalai di belakang SMKN 3 Kalabahi akhirnya dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Kabupaten Alor, Zefry Danuisang, turut mengapresiasi penyelesaian persoalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut.
Ia menjelaskan, penyelesaian dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Alor.
Proses pengangkutan material aspal yang berada di belakang SMKN 3 Kalabahi pun telah selesai dilaksanakan.
“Persoalan aspal yang selama ini dialami SMKN 3 Kalabahi akhirnya dapat diselesaikan melalui Dinas PU Kabupaten Alor.
Proses pengangkutan material aspal juga sudah selesai,” kata Zefry.
Menurutnya, penyelesaian ini menjadi langkah positif dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih tertata dan nyaman bagi para siswa, guru, serta seluruh warga sekolah.
Dengan selesainya pengangkutan material aspal tersebut, pihak SMKN 3 Kalabahi berharap lingkungan sekolah dapat menjadi lebih aman dan kondusif untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Penyelesaian ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi, termasuk mendukung kenyamanan pelayanan di Puskesmas Mebung.
Pihak sekolah berharap persoalan serupa tidak kembali terjadi dan koordinasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, serta pihak sekolah terus diperkuat demi menjaga lingkungan pendidikan yang aman dan layak.
Setelah menanti selama kurang lebih 14 tahun, tuntasnya persoalan material aspal di belakang SMKN 3 Kalabahi menjadi momentum penting bagi pihak sekolah dan masyarakat Kabupaten Alor.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!