KUPANG.NW.id – Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K., menegaskan pentingnya penguatan kinerja Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTT dalam memberantas tindak pidana di laut, menjaga kelestarian ekosistem perairan, serta menjamin keselamatan masyarakat dan wisatawan.
Penegasan tersebut disampaikan saat Kapolda NTT melakukan kunjungan kerja ke Markas Komando Ditpolairud Polda NTT di Bolok, Kabupaten Kupang, Selasa (27/10/2026) siang.
Dalam kunjungan sekitar pukul 14.25 WITA itu, Kapolda didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTT, Ny. Dinny Reza Arief Dewanto.
Kedatangan mereka disambut Dirpolairud Polda NTT Kombes Pol. Irwan Defi Nasution, S.I.K., M.H., bersama istri melalui pengalungan selendang, penyerahan buket bunga, dan jajar kehormatan.
Setelah penyambutan, Kapolda bersama Irwasda dan sejumlah pejabat utama Polda NTT meninjau berbagai peralatan serta alat material khusus (almatsus) pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR).
Kegiatan dilanjutkan dengan persembahan yel-yel personel Polairud dan tatap muka bersama jajaran Ditpolairud Polda NTT.
Dalam arahannya, Reza Arief Dewanto menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya organization health, yakni melihat secara langsung kondisi organisasi, kesiapan sumber daya manusia, aset operasional, serta berbagai tantangan yang dihadapi satuan kerja.
Menurutnya, Ditpolairud Polda NTT memiliki dukungan aset operasional yang cukup besar sehingga perlu dioptimalkan untuk menjawab kebutuhan pengamanan wilayah perairan.
“Rekan-rekan harus bangga bertugas di sini sebagai personel Polairud.
Banyak yang bisa kita optimalkan dengan sumber daya yang ada,” demikian penekanan Kapolda dalam arahannya.
Ia mengingatkan bahwa ketersediaan sarana operasional harus diimbangi dengan kemampuan personel, pemeliharaan yang baik, kedisiplinan, dan pelaksanaan tugas secara profesional.
Sebagai provinsi kepulauan, NTT memiliki wilayah perairan yang luas, termasuk kawasan pesisir dan pulau-pulau terluar yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Karena itu, keberadaan Polairud memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan, memberikan pelayanan, dan melindungi masyarakat maritim.
Kapolda juga meminta personel tetap kreatif dan inovatif meskipun menghadapi keterbatasan anggaran operasional, termasuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).
Sumber daya yang tersedia harus dimanfaatkan secara efektif tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kapolda menegaskan bahwa tidak boleh ada pembiaran terhadap aktivitas ilegal yang merugikan masyarakat dan mengganggu keamanan wilayah NTT.
Menurutnya, menjaga keamanan laut bukan hanya persoalan penegakan hukum, melainkan juga upaya melindungi sumber kehidupan masyarakat dan mempertahankan potensi ekonomi daerah.
Keselamatan Wisatawan Jadi Prioritas
Kapolda juga menyoroti pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di tengah perkembangan pariwisata bahari NTT yang memiliki daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ia meminta jajaran Ditpolairud memperketat pengawasan terhadap aktivitas pelayaran wisata, termasuk memastikan kapal memenuhi persyaratan perizinan dan standar keselamatan sebelum berlayar.
Kapolda menegaskan, langkah tersebut bukan untuk mempersulit pelaku usaha, melainkan memastikan setiap pelayaran berlangsung dengan aman dan sesuai ketentuan.
“Kalau saya bicara masyarakat, selalu saya ingat bahwa orang tua saya juga masyarakat, istri saya juga masyarakat, dan anak saya juga masyarakat,” demikian pesan humanis Kapolda.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.
Dorong Pelayanan dan Kedekatan dengan Masyarakat Pesisir
Selain penegakan hukum, Kapolda mengingatkan personel Polairud agar memperkuat hubungan dengan masyarakat pesisir, nelayan, komunitas maritim, dan para pemangku kepentingan di sektor kelautan.
Menurutnya, kehadiran polisi tidak boleh hanya dirasakan ketika terjadi pelanggaran hukum atau keadaan darurat. Personel juga perlu membangun komunikasi, melakukan pembinaan, serta menjalin kerja sama untuk mencegah gangguan keamanan sejak dini.
Ia meminta seluruh personel mempertahankan kinerja yang baik sekaligus terus meningkatkan kualitas pelayanan sesuai kebutuhan di lapangan.
Terkait kendala operasional, termasuk pemeliharaan dan perbaikan kapal, Kapolda menyampaikan akan berupaya mengomunikasikan persoalan tersebut dengan pimpinan Polri dan pihak terkait guna mencari solusi sesuai ketentuan.
Personel juga diminta menyampaikan hambatan pelaksanaan tugas melalui jalur pimpinan secara berjenjang agar dapat ditangani secara tepat.
Menutup arahannya, Kapolda NTT mengajak seluruh personel Ditpolairud untuk tetap menjaga semangat pengabdian, meningkatkan kedisiplinan, serta mengoptimalkan seluruh sarana dan prasarana yang tersedia.
Kunjungan kerja tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan operasional dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah perairan NTT.
Dengan dukungan personel yang profesional, sarana operasional yang terpelihara, serta hubungan yang kuat dengan masyarakat maritim, Ditpolairud Polda NTT diharapkan semakin optimal dalam menjaga keamanan laut.
Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan kepada nelayan, menjamin keselamatan wisatawan, mencegah tindak pidana di laut, serta menjaga kelestarian sumber daya kelautan demi kepentingan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!