MANGGARAI BARAT, NW.id — Keterbatasan akses darat tak menjadi penghalang bagi Polri untuk menjangkau masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah pesisir Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Minggu (30/8/2026), jajaran Polres Manggarai Barat bersama Direktorat Polairud Polda NTT mengerahkan KP PADAR dan KP 2006 untuk membawa bantuan kemanusiaan menuju warga di Desa Bari dan Kampung Londar, Desa Sarae Naru, Kecamatan Macang Pacar.
Misi kemanusiaan itu dimulai dari Dermaga Marina Waterfront Labuan Bajo sekitar pukul 10.15 WITA. Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, S.I.K., memimpin langsung pengecekan personel, armada, dan logistik sebelum kapal diberangkatkan.
“Pendistribusian bantuan melalui jalur laut ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat.
Kami ingin memastikan seluruh warga terdampak, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki kendala aksesibilitas, mendapatkan bantuan secara merata,” ujar Christian.
Sekitar pukul 10.30 WITA, kedua kapal bertolak menuju wilayah terdampak. Setelah menempuh perjalanan lebih dari tiga jam, kapal tiba di titik lepas pantai Desa Bari dan Kampung Londar.
Namun, kondisi perairan yang dangkal dan tidak tersedianya dermaga yang mampu disandari kapal besar membuat bantuan harus dipindahkan menggunakan perahu kayu milik nelayan setempat.
Dengan pengawalan personel Polsek Macang Pacar dan Satpolairud, bantuan kemudian diangkut secara estafet menuju posko pengungsian di halaman Kantor Desa Bari.
2,5 Ton Bantuan Dikirim ke Pengungsian
Total bantuan yang berhasil disalurkan mencapai 2,5 ton, terdiri dari 2,2 ton beras, 100 dus mi instan, 627 lembar selimut, 92 renteng susu balita, minyak goreng, minyak telon, minyak kayu putih, serta perlengkapan sanitasi untuk perempuan dan bayi.
Khusus bagi warga Kampung Londar yang berada di wilayah kepulauan, disalurkan 100 paket sembako, 10 dus mi instan, 260 selimut, serta susu dan biskuit balita.
Kepala Desa Bari, Muhammad Takbir, menyampaikan terima kasih atas kepedulian jajaran kepolisian yang tetap berupaya menjangkau warga meski menghadapi kendala geografis.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres Manggarai Barat, Tim Polairud, serta Polda NTT. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang masih bertahan di posko pengungsian,” ungkapnya.
Bagi masyarakat terdampak, kedatangan bantuan melalui laut menjadi lebih dari sekadar distribusi logistik.
Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian pascagempa, kehadiran aparat menjadi secercah harapan bahwa warga di wilayah terpencil tetap diperhatikan dan tidak berjalan sendiri menghadapi bencana.
Polres Manggarai Barat memastikan pemantauan dan distribusi bantuan ke wilayah-wilayah terpencil akan terus dilakukan selama masa tanggap darurat berlangsung.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!