Berita Berkembang
Kota Kupang

IMI NTT Serukan “Kalau Minum Jangan Berkendara”, 300 Pelajar dan Komunitas Motor Jadi Pelopor Keselamatan

Istimewa

KUPANG, NW.id – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kampanye keselamatan berlalu lintas melalui program Auto Sobriety dengan tema “Gerakan Tidak Mengemudi Saat dalam Pengaruh Alkohol di Wilayah NTT.”

Kampanye tersebut digelar di Aula Marungga 1 Hotel Sasando Kupang, Sabtu (28/8/2026) petang, dan diikuti sekitar 300 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas motor, pengemudi ojek online hingga masyarakat umum.

Kegiatan ini merupakan kerja sama IMI NTT dengan Pemerintah Provinsi NTT, Polda NTT, Jasa Raharja NTT dan PT Multi Bintang Indonesia.

Sekretaris IMI NTT, Sokan Taibeng, mengatakan kampanye tersebut merupakan langkah bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara.

Ia menekankan pesan utama kampanye, yakni jika minum alkohol jangan berkendara dan jika berkendara jangan mengonsumsi alkohol.

“Kalau minum jangan berkendara, kalau berkendara jangan minum,” tegasnya.

Menurut Sokan, persoalan keselamatan di jalan raya tidak hanya berkaitan dengan kondisi kendaraan, tetapi juga perilaku pengendara.

Karena itu, edukasi kepada pelajar, mahasiswa, komunitas motor dan masyarakat umum dinilai penting untuk membangun budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab.

Selain bahaya berkendara di bawah pengaruh alkohol, IMI NTT juga menyoroti fenomena balap liar yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, S.T., M.T., mengapresiasi langkah IMI NTT yang melibatkan berbagai stakeholder dalam kampanye keselamatan berlalu lintas.

Alfonsus mengatakan, persoalan berkendara dalam keadaan mabuk bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pemerintah Provinsi NTT mengapresiasi langkah IMI yang mengajak seluruh stakeholder untuk berdiskusi dan mengkampanyekan agar masyarakat tidak berkendara dalam keadaan mabuk,” ujarnya.

Ia berharap kampanye tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus dilakukan secara berkelanjutan hingga pesan keselamatan benar-benar menjadi budaya masyarakat.

“Kita harus mewujudkan generasi muda sebagai pelopor keselamatan. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan,” katanya.

Alfonsus menegaskan, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.

Sinergi pemerintah, kepolisian, IMI, komunitas otomotif, generasi muda dan seluruh stakeholder diperlukan untuk menekan risiko kecelakaan di jalan raya.

Melalui kampanye ini, IMI NTT berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa mengonsumsi alkohol sebelum berkendara dan melakukan balap liar bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat mengancam nyawa.

Konten bersifat informatif dan bukan nasihat hukum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!