MAUMERE.NW.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperluas penanganan pascabencana gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan kemanusiaan kembali dikirim, kali ini menyasar masyarakat terdampak di Pulau Palue, Kabupaten Sikka.
Melalui Ditpolairud Polda NTT, Kapal Polisi KP KASTURI 6002 bertolak dari Dermaga L. Say Maumere pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 00.10 WITA. Kapal tersebut membawa sekitar 15 ton bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak gempa.
Bantuan yang dikirim tidak hanya berupa kebutuhan pangan dan perlengkapan dasar. Polri juga mengikutsertakan Tim Trauma Healing Polda NTT dan Polda Bali untuk memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polri berkomitmen memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah kepulauan.
“Polri berupaya memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat terdampak bencana, termasuk warga di wilayah kepulauan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan semangat bahwa mereka tidak menghadapi situasi sulit ini sendirian,” ujar Henry.
15 Ton Logistik Dibawa Menembus Laut
Berbagai kebutuhan masyarakat diangkut menggunakan KP KASTURI 6002, di antaranya beras, mi instan, air mineral, makanan ringan, minyak goreng, perlengkapan kebersihan, selimut dan pakaian anak.
Logistik tersebut antara lain 184 karung beras kemasan 5 kilogram, 136 karung beras kemasan 3 kilogram, 381 dus mi Sedaap, 704 dus Indomie Soto, 549 dus Indomie Goreng dan 186 dus Pop Mie.
Selain itu, terdapat 260 lembar selimut, empat koli pakaian anak dan piyama serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.
Tak Hanya Bantuan, Polri Bawa Dukungan Psikologis
Misi kemanusiaan menuju Palue juga membawa perhatian terhadap kondisi psikologis korban bencana.
Tim Trauma Healing Polda NTT dan Polda Bali diterjunkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami ketakutan dan trauma setelah gempa, terutama anak-anak.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik. Ada masyarakat yang membutuhkan dukungan secara emosional dan psikologis,” jelas Henry.
Ia berharap kehadiran tim trauma healing dapat membantu masyarakat kembali merasa aman, tenang dan memiliki semangat untuk bangkit.
Pengiriman bantuan ke Pulau Palue menunjukkan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan.
Komentar (0)
Ingin berkomentar? Masuk ke akun pembaca Anda.
Belum punya akun? Daftar gratis
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!